
April 22, 2009
* Dibuat oleh Pacamat kategori pendidikan
MESKI masih diperdebatkan relevansinya sebagai alat ukur kelulusan siswa, hantu menakutkan bagi siswa kelas 3 jenjang SLTA itu akhirnya datang juga. Kegiatan bernama ujian nasional (UN) tersebut telah menyita konsentrasi semua siswa, para guru, orang tua, bahkan kalangan pendidikan.
Tidak jarang, siswa berkualitas justru mendapat nilai rendah saat UN, bahkan tidak lulus. Anehnya, siswa yang kesehariannya biasa-biasa saja justru memperoleh nilai di atas sembilan saat UN. Ironis. UN seolah berubah menjadi ujian nasib bagi siswa.
Karena itu, pemerintah seharusnya memikirkan perangkat evaluasi valid dan reliabel serta mampu menilai siswa sebagai subjek didik secara komperehensif. Jangan evaluasi yang kognitif-sentris dengan modal soal multiple choice itu.
Mukani , Jl Margorejo 38, Surabaya. 60238
4.27.2009
UN Bukan Ujian Nasib
Sumber: Jawa Pos

0 komentar:
Posting Komentar