Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

4.27.2009

Standar Kelulusan Naik, Siswa SMA Mulai Stres Unas

April 14, 2009 — candrapetra

SURABAYA :Hari Ini Distribusi Soal.Persiapan penyelenggaraan Ujian Nasional (Unas) untuk tingkat SMA di Jatim, mulai bergulir Selasa (14/4) hari ini, dan para siswa peserta Unas pun mulai mengalami peningkatan ketegangan.

Ketegangan itu terutama dipicu oleh standar kelulusan Unas, yang untuk tahun ini dinaikkan menjadi rata-rata 5,50, dari tahun sebelumnya yang 5,25. Tidak itu saja, meski seorang siswa berhasil mencapai nilai rata-rata 5,50, namun jika untuk dua mata pelajaran tertentu nilainya di bawah 4,00 dan satu pelajaran lain di bawah 4,25, maka dia tetap tidak lulus Unas.

Yang juga `meneror` adalah hasil uji coba (try out) resmi Unas SMA yang diadakan beberapa waktu lalu, yang menunjukkan hasil buruk.

Hasil try out bersama Unas tingkat SMA oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, misalnya, menunjukkan bahwa angka ketidaklulusan di SMA swasta untuk kelas IPA mencapai 61 persen dari total peserta 6.341.

Untuk peserta kelas IPS yang berjumlah 7.197 murid, tercatat 67 persen dari mereka tidak lulus try out. Yang terburuk, untuk try out bagi jurusan Bahasa di enam SMA swasta di Surabaya, semua pesertanya tidak lulus.

Hasil try out bagi siswa SMA negeri di Surabaya juga jeblok. Angka kelulusan siswa jurusan IPA di SMA negeri hanya 29,05 persen atau ada 70,95 persen pesertanya tidak lulus. Di kelompok jurusan IPS tercatat 71,20 persen siswa peserta tidak lulus dan di jurusan Bahasa hanya 39,10 persen siswa peserta try out Unas yang lulus.

Karena itu, sekolah pun mengadakan pelajaran tambahan di luar jam belajar reguler.
Bagi pihak sekolah atau Dindik, upaya tambahan itu dimaksudkan untuk meraih target kelulusan. Padahal, siswa sendiri umumnya juga masih mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di LBB (Lembaga Bimbingan Belajar).

Kepala Dindik Kabupaten Madiun, Sumardi mengakui sekolah-sekolah di wilayahnya memang diinstruksikan untuk menambah jam pelajaran di luar jam belajar reguler.

“Persiapan dari segi siswa, kita telah melakukan try out dan penambahan jam belajar siswa melalui bimbingan belajar di masing-masing sekolah. Hal ini juga dilakukan karena standar kompetensi lulusan (SKL) juga meningkat dari tahun lalu, yakni dari 5,25 menjadi 5,50,” katanya seperti dikutip Antara, Senin (13/4).

Secara tak disadari, peningkatan SKL dan target-target `pribadi` sekolah atau Dindik membuat beban siswa kian berat menjelang Unas ini.

“Untuk memperkuat persiapan Unas, saya mengikuti les di dua LBB. Jadi tiba di rumah bisa sampai jam 9 malam,” kata Gusti Anugerah, siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Surabaya.
“Meski begitu, saya masih deg-degan juga karena untuk pelajaran Matematika, saya merasa masih kurang.”

Karena itu, sejumlah sekolah mengadakan kegiatan untuk meredakan ketegangan siswa menjelang Unas. Bentuk kegiatan itu berbeda-beda, tapi intinya adalah untuk mengurangi beban mental yang berat yang dipikul siswa menjelang Unas.

SMA Santa Maria Surabaya, misalnya, kemarin mengadakan pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) bagi para siswa kelas XII. Pelatihan ini dimaksudkan untuk menenangkan diri sehingga diharapkan siswa bisa lebih berhasil dalam menghadapi Unas.

Dalam kegiatan SEFT, para siswa diajarkan cara-cara mengatasi rasa takut melalui gerakan tapping (ketukan) pada titik-titik di tubuh. Banyaknya tapping disesuaikan dengan banyaknya keluhan yang dimiliki masing-masing siswa.

“Selain memberi pelatihan dan pengayaan soal, ketakutan siswa dalam menghadapi Unas harus diantisipasi karena ketakutan yang tinggi bisa menyebabkan mereka (siswa) tidak bisa fokus dan konsentrasi saat mengerjakan,” ujar Kepala Sekolah SMA Santa Maria Sr Agatha Linda MBA OSU.
Sedangkan di Kota Malang, Sabtu (11/4) lalu diadakan istighotsah di Masjid Jami’ Malang, untuk meredakan tingkat stres para pelajar kota Malang menjelang Unas.

Menurut Kamilun Muhtadin, hasil penelitian menunjukkan pelajar putri cenderung lebih mudah stres daripada pria.

”Saya mendengar keresahan luar biasa di kalangan pelajar menjelang Unas,” ucap Kamilun, yang mantan Kepala Dindik Kabupaten Malang.
Tidak hanya siswa, bahkan orangtua juga tak kalah stres di saat-saat menjelang Unas seperti saat ini, lanjut Kamilun.

Sesuai edaran resmi Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), materi Unas SMA/Madrasah Aliyah (MA) terdiri dari 6 mata pelajaran. Untuk jurusan IPA yang diujikan terdiri dari Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Fisika, Biologi dan Kimia.

Untuk jurusan IPS meliputi Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi. Sedangkan untuk jurusan Bahasa yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, bahasa asing yang dipilih, Sejarah Budaya atau Antropologi dan Sastra Indonesia.

Siswa MA akan menghadapi Unas dengan materi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits dan Ilmu Kalam.

Dalam kesempatan berbeda, pengamat pendidikan Daniel M Rosyid mengakui meningkatnya tekanan yang dihadapi siswa menjelang Unas.

Ia mengatakan, tuntutan untuk memperoleh hasil Unas yang tinggi supaya lulus menyebabkan terjadinya pergeseran fungsi pendidikan dalam sistem belajar di sekolah.
“Fungsi pembelajaran untuk memaknai hidup sudah tidak ada. Sekolah hanya diorientasikan untuk ujian,” tegas Daniel yang juga anggota Dewan Pendidikan Jatim.

Karena itu, ia berharap sekolah bisa kembali difungsikan sebagai tempat belajar yang nyaman dan bukan menjadi tempat guru mengajar dan memaksakan target-target di bidang pendidikan.

Sedangkan dari sisi psikologis, dosen Psikologi Ubaya, Eli Yulianda menerangkan depresi pada siswa menjelang Unas bisa terjadi jika mereka memiliki kendala. Kendala itu bisa berupa tuntutan yang tinggi baik dari pihak orangtua, sekolah atau diri sendiri. “Dari diri sendiri misalnya jika dia merasa tidak siap tapi ingin mencapai nilai sembilan padahal kemampuannya hanya sebatas nilai enam,” jelas Eli.

Sementara itu sesuai sosialisasi di kantor Dinas P dan K, Senin (13/4), dijelaskan bahwa soal-soal Unas SMA/MA akan didistribusikan ke markas-markas kepolisian wilayah (polwil) di Jatim pada H-6.

Ini berarti, Selasa (14/4) hari ini distribusi tahap pertama dijalankan dari gudang penyimpan soal PT Jasuindo di Sedati Sidoarjo ke polwil-polwil. Berikutnya, distribusi soal akan dilanjutkan ke tingkatan polres pada H-2 atau Sabtu (18/4). Pada hari H, Senin (20/4) naskah soal baru dikirim ke masing-masing sekolah penyelenggara Unas.

Guna mengamankan proses distribusi hingga pelaksanaan Unas, akan dikerahkan 1.300 personil polisi. Jika dibandingkan dengan proses pengamanan Unas tahun sebelumnya, jumlah petugas kepolisian itu memang jauh berkurang. Tahun lalu jumlah aparat kepolisian yang terlibat mencapai 4.200 personil.

Meski demikian, Kepala dinas P dan K Jatim, Rasiyo optimistis pelaksanaan Unas tahun ini bisa berjalan baik. “Saya jamin tidak akan ada kebocoran soal,” ujar Rasiyo, Senin (13/4).


Sumber: Candrapetra

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar