Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

4.27.2009

Bocoran via SMS Warnai Hari Terakhir Unas

April 25, 2009 — candrapetra

Hari terakhir ujian nasional (unas) SMA kemarin diwarnai beredarnya pesan singkat (SMS) yang berisi bocoran jawaban soal. Tak sedikit siswa yang memanfaatkan SMS itu. Padahal, Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) menyebutkan bahwa jawaban yang beredar itu belum tentu benar.

Ketua BSNP Mungin Eddy Wibowo mengatakan, beredarnya kunci jawaban soal unas melalui SMS terjadi sejak hari pertama. Namun, SMS itu semakin marak saat ujian terakhir kemarin. Kasus itu terutama ditemukan di Bandung. Banyak siswa yang masih memercayai jawaban palsu itu dan memanfaatkan untuk mengisi lembar jawaban unas.

Bahkan, salah seorang guru di SMA Bandung mencocokkan bocoran kunci jawaban itu dengan mengerjakan soal unas. Hasilnya, kunci jawaban yang beredar itu banyak yang benar. ”Padahal, seharusnya guru tidak boleh mengerjakan soal unas. Soalnya dari mana? Kalau ada kelebihan soal, kan harus dimasukkan amplop,” ujar Mungin.

Tak hanya di Bandung, beredarnya kunci jawaban lewat SMS juga terjadi di berbagai daerah. Termasuk di ibu kota. Seorang siswa SMA di kawasan Jakarta Barat mengatakan, dirinya dan teman-teman juga menerima kunci jawaban melalui telepon seluler. Karena ingin mendapat nilai bagus, dia dan teman-temannya memanfaatkan jawaban itu.

Maklum, tahun ini pemerintah mematok nilai minimal rata-rata unas menjadi 5,50. Angka itu lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, yakni 5,25. Unas tahun ini bagi sebagian siswa juga menjadi momok. Materi ujian matematika kemarin dinilai sangat sulit. ”Wah, sulit banget. Aku takut nilaiku ntar nggak nyampe,” keluh Ernawati, siswa SMAN 24 Jakarta. Pernyataan Erna diamini teman-temannya.

Ihwal sulitnya soal unas tahun ini, Mungin mengakui. Namun, soal unas telah disusun sesuai dengan kisi-kisi mata pelajaran maupun kurikulum yang diajarkan. Pihaknya juga tidak khawatir angka kelulusan unas tahun ini bakal merosot dengan dinaikkannya nilai minimal. ”Sebab, kebijakan menaikkan nilai minimal rata-rata itu sudah melalui simulasi.”


Sumber: Candrapetra

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar